Mengenal Lebih Dekat Sosok Ardin, Wisudawan Terbaik Prodi PGMI Angkatan 2020 Penerima Beasiswa Penuh

Di tengah ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang pesat, pendidikan tinggi seolah bertransformasi menjadi kebutuhan bagi setiap manusia, terutama bagi generasi muda penerus bangsa. Namun, kesadaran masyarakat yang mulai terbangun akan pentingnya pendidikan tinggi seringkali terkendala oleh desakan ekonomi keluarga yang menjadi penghalang utama. Sehingga, banyak sekali impian tersebut terkubur mentah-mentah dan generasi bangsa lebih memilih bekerja dengan pengetahuan dan pengalaman seadanya.

Lain halnya dengan Ardin Septa Dela. Ditemui dalam sebuah acara, Ardin, sapaan akrabnya, menceritakan pasang surut perjalanan perkuliahannya selama empat tahun terakhir yang menerima beasiswa penuh dan menjadi wisudawan terbaik Prodi PGMI tahun 2020 ini. Ardin merupakan anak pertama dari keluarga sederhana, kedua orang tuanya bekerja sebagai pedagang kecil, namun hal itu tidak membuat Ardin patah semangat. bahkan, menanamkan prinsip bahwa anak pertama adalah contoh, baik dalam hal pendidikan, ilmu dan berbagai hal lainnya.

Pada tahun 2016 silam, Ardin mendaftar kuliah melalui jalur SNMPTN dan diterima di prodi teknik informatika salah satu perguruan tinggi negeri di  Surabaya. Sayangnya, kedua orang tuanya tidak ridho, karena kondisi ekonomi yang pada waktu itu kurang memadai dan tidak ada keluarga di kota. “Waktu itu, saya gagal meyakinkan kedua orang tua yang kukuh tidak mengizinkan,” kenang Ardin.

Ardin sempat berniat tidak melanjutkan ke perguruan tinggi. namun, pada akhirnya Ardin mendapat kabar bahwa di salah satu PTS di Bojonegoro masih membuka pendaftaran. Setelah meminta restu orang tua dan diridhoi, Ardin melanjutkan kuliah. Ia menjelaskan awal mula perkuliahan yang cukup sulit bagi dirinya, mengingat IAI Sunan Giri adalah perguruan tinggi keagamaan sementara ia dalam 3 jenjang sekolah ditempuh di instansi pendidikan umum. “Dulu sempat ingin berhenti. Tapi, ternyata Allah memberikan anugrah yang luar biasa. Saya dapat beasiswa,” tutur dara 22 tahun ini.

Di awal semester, Ardin lebih sering mencari informasi terkait beasiswa. Menurutnya, beasiswa akan membantu banyak proses pendidikannya. Berdasarkan penelusurannya ia mendapaatkan informasi bahwa ada beberapa lembaga yang menyediakan beasiswa diantranya beasiswa Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, BAZNAS, Bank BUMN (BRI,BNI dan sebagainya), Beasiswa 10000, Event Hunter dan berbagai situs web lain. Kemudian, Ardin mendaftarkan diri untuk mengikuti seleksi beasiswa bidikmisi. Bagai mendapat durian runtuh, Ardin ternyata dinyatakan lolos seleksi beasiswa bidikmisi. Beasiswa ini menjadi kado sekaligus motivasinya, mengingat beasiswa bidikmisi adalah beasiswa yang diberikan penuh dari awal perkuliahan hingga lulus yang diberikan kepada mahasiswa kurang mampu dan berprestasi. Ia juga menjelaskan bahwa syarat menerima beasiswa cukup mudah, yakni dengan melengkapi persyaratan yang diberikan.

Ketika disinggung mengenai predikatnya sebagai wisudawan peraih IPK tertinggi prodi PGMI 2020, Ardin menjelaskan bahwa sebuah prestasi akan lahir ketika seseorang mau mencari jati diri, kemudian mengembangkannya. Seringkali ia mengikuti beberapa seminar menjadi individu berprestasi dan apa yang didapatnya intinya sama, prestasi adalah kemauan, bukan hadiah. “Ketika kita menemukan apa yang kita sukai, maka pelajarilah lebih dalam, dan lakukan lebih sering. Untuk menjadi pemuda berprestasi, kuncinya sabar dan tekun. Misal, kita suka menggambar, cobalah untuk lebih sering menggambar lebih baik, mencari lukisan seniman yang lebih popular, mencari tahu tentang macam-macam alat gambar berkualitas terbaik.” ujar Ardin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *