Pelaksanaan Ujian Skripsi Gelombang Ke-2 Prodi PGMI 2020

Era New Normal, Pelaksanaan Sidang Munaqosyah Skripsi Gelombang ke-2 Prodi PGMI 2020 Tetap Terapkan Protokol Kesehatan Tanggap Covid-19

Sidang munaqosyah skripsi gelombang 2 program studi Pendidikan Guru Madrasah Ibdtida’iyah (PGMI) Institut Agama Islam (IAI) Sunan Giri Bojonegoro yang dilaksanakan Sabtu (11/7/20) berlangsung tertib dan lancar. Meski dilaksanakan dengan prosedur berbeda dari tahun sebelumnya, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan tanggap covid-19 di era new normal, antusias dan semangat mahasiswa peserta sidang begitu besar mengingat momen ini menentukan kelulusan pendidikan di tinggal perguruan tinggi.

Sesuai edaran pengumuman Nomor : 247/IV-55. 01/10/VII/2020, baik penguji maupun mahasiswa diwajibkan untuk memakai masker dan tetap menjaga jarak. Dalam sidang munaqosyah kali ini bertindak selaku Ketua Sidang, Rektor IAI Sunan Giri, M. Jauharul Ma’arif, M. Pd. I dengan dosen penguji M. Romadlon Habibulloh, M. Pd. I; Zumrotus Sa’diyah, M. Pd. I; Habibatul Imamah, M. Pd; dan Midya Yuli Amreta, M. Pd. Sedangkan, peserta sidang merupakan mahasiswa PGMI semester akhir sejumlah 15 mahasiswa yang telah menyelesaikan penulisan skripsi sebagai syarat kelulusan pendidikan Strata 1.

Sidang diawali dengan doa bersama dan pengarahan dari Dekan Fakultas Tarbiyah. Dr. H. Sri Minarti, M. Pd. I mengenai mekanisme ujian yang berbeda dengan tahun lalu. Jika pada angkatan sebelumnya, peserta sidang masuk ke ruang sidang dengan 4 penguji sekaligus. Namun, karena adanya imbauan protokol kesehatan, maka sidang tahun ini dilakukan dengan cara mahasiswa menghadap ke dosen penguji satu persatu.

Salah satu mahasiswa, Marwiyah mengungkapkan rasa syukur bisa mengikuti sidang munaqosyah pada gelombang kedua. “Alhamdulillah, bisa ikut gelombang kedua, setelah beberapa kali revisi penelitian, akhirnya disetujui pembimbing sehingga bisa daftar dan pemberkasan.” Di lain tempat, Artini Ningrum menuturkan bahwa dirinya sangat bersemangat meskipun sempat tegang sebelum memasuki ruang ujian. “Alhamdulillah merasa sedikit lega, satu fase telah terlewati. Tinggal mengerjakan revisi dan masukan dari dosen penguji,” tuturnya. Setelah sidang, seluruh mahasiswa melakukan selebrasi dengan berfoto bersama dosen penguji. Tampak raut wajah yang lega karena satu langkah menuju kelulusan semakin dekat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *