Pelaksanaan Ujian Munaqosah Skripsi Mahasiswa PGMI Gelombang 1

PANDEMI COVID-19 TIDAK MENYURUTKAN SEMANGAT 6 MAHASISWA PGMI UNTUK MENGIKUTI UJIAN MUNAQOSAH SKRIPSI GELOMBANG 1

Di tengah pandemi covid-19 Institut Agama Islam (IAI) Sunan Giri Bojonegoro pada tanggal 13 Juni 2020 melaksanakan Ujian Munaqosah Skripsi Gelombang 1 secara tatap muka yang diikuti oleh 23 mahasiswa, 6 di antaranya adalah mahasiswa Prodi PGMI. Ujian dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang tertuang dalam surat edaran mendikbud nomor 3 tahun 2020 tentang pencegahan corona virus disease (COVID_19) pada satuan pendidikan dan informasi lainnya dari kementrian kesehatan. Dosen penguji maupun mahasiswa diwajibkan untuk tetap memakai masker dan menjaga jarak dalam pelaksanaan ujian tersebut.

Ujian Tetap Memperhatikan Protokol Pencegahan Covid-19

Pada ujian munaqosyah skripsi tahun ini berbeda dengan tahun lalu yang setiap 1 mahasiswa dihadapkan 4 dosen penguji secara langsung di satu ruangan, pada ujian kali ini setiap 1 mahasiswa dihadapkan 1 dosen secara bergantian dengan antrian yang sudah ditentukan dari pihak kampus, dengan demikian ujian bisa terlaksana sesuai rencana. Seperti yang dijelaskan oleh Ibu Nuning selalu tata usaha bahwa hal ini disebabkan karena ruang penguji satu dengan yang lainnya diletakkan secara terpisah antara ruang ketua sidang, ruang sekretaris, dan ruang penguji 1 dan 2.

Ujian Tetap Memperhatikan Protokol Pencegahan Covid-19

Sejumlah 6 mahasiswa dari prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) yang mengikuti ujian munaqosah gelombang 1 yaitu 2 Mahasiswa dibawah bimbingan Bapak Romadlon Habibullah,  M.Pd.I atas nama Mukholidatul Mustofiyah dan Catur Sindy Agustiany, 3 Mahasiswa dibawah bimbingan Ibu Midya Yuli Amreta, M.Pd atas nama Anik Al Maratus Sholehah,  Siti Nur Aidah dan Alfi Nur Hidayati, dan 1 Mahasiswa dibawah bimbingan Ibu Zumrotus Sa’diyah, M.Pd atas nama Siti Nur Laili Febriyanti, mereka mengaku pada awal mendapat edaran ujian tersebut dihantui rasa takut dan cemas tetapi hal tersebut tidak menjadikan alasan mereka untuk berhenti atau menunda ujian begitu saja. “dengan mengingat perjuangan selama 4 tahun, tidak hanya kita tapi orang tua dan juga bapak ibu dosen yang andil dalam pendidikan kita kurang lebih 4 tahun ini, rasanya tidak ingin mengecewakan harapan mereka semua” ungkap salah satu mahasiswa pgmi.

Sejumlah 6 Mahasiswa Prodi PGMI Mengikuti Ujian Gelombang 1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *