Pelaksanaan Ujian Komprehensif ditengah Pandemi Covid-19 Prodi PGMI IAI Sunan Giri Bojonegoro Tahun 2020

Sejak pandemi Covid-19 yang mewabah di Indonesia, pemerintah pusat telah mengeluarkan kebijakan untuk menutup seluruh kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah maupun Perguruan Tinggi, hal tersebut dilakukan pemerintah untuk mengurangi jumlah penyebaran Covid-19 yang dapat membahayakan kehidupan masyarakat Indonesia. KBM tetap berjalan sebagaimana mestinya dengan prosedur yang telah ditetapkan melalui surat edaran dari pemerintah yang dilakukan secara online atau jalur daring, sehingga proses KBM tetap bisa berjalan meskipun tidak berinteraksi secara langsung dan bertatap muka.  

Tidak hanya proses KBM ujian pun tetap dilaksanakan secara online, seperti yang diselenggarakan oleh Institut Agama Islam Sunan Giri Bojonegoro. Ujian Komprehensif Mahasiswa semester VIII (akhir) yang telah dilaksanakan oleh Institut Agama Islam Sunan Giri Bojonegoro ditengah-tengah pandemi Covid-19 berjalan dengan lancar. Sebagaimana ujian yang  menggunakan prosedur pelaksanaan pada umumnya, namun untuk ujian pada tahun 2020 ini dilaksanakan sangat berbeda sehingga terkesan unik, menarik, dan berkesan. Berdasarkan Surat Edaran dari Rektor IAI Sunan Giri Bojonegoro Nomor : 165/IV-55/04/09/III/2020 tentang Perpanjangan Masa Perkuliahan Non Klasikal/Daring maka dengan pernyataan tersebut diberitahukan kepada Mahasiswa Semester VIII (Akhir) Fakultas Tabiyah  bahwa  Ujian Komprehensif dilaksanakan sesuai dengan jadwal yaitu tanggal 09 April 2020, dimulai jam 08.00 melalui daring dengan dua Dosen Penguji serta satu Mahasiswa peserta ujian yang dilaksanakan di rumah masing-masing. Respon dari Mahasiswa sangat positif, karena tahapan yang harus dilalui sebagai Mahasiwa dapat dilaksanakan dengan baik meski disaat pandemi Covid-19 ini Ujian Komprehensif dapat terselenggara sesuai harapan.

Pandemi Covid-19 tidak menjadi penghalang bagi para Mahasiswa semester akhir, walaupun mereka melaksanakan Ujian Komprehensif di rumah melalui jalur daring (via video call whatsapp), mereka tetap mematuhi peratura dan syarat Ujian Komprehensif dengan tertib yaitu seluruh peserta Ujian Komprehensif menggunakan Almamater serta berjilbab putih untuk Mahasiswi dan memakai songkok untuk Mahasiswa sebagaimana yang telah terjadwal. Dengan segala persiapan yang telah matang mulai dari persiapan mental, pembekalan materi, dan yang paling utama adalah kuota internet beserta sinyal yang memadai.

Terdapat kendala teknis yang dirasakan beberapa Mahasiswa seperti stabilitas jaringan yang belum merata sehingga menghamabat  proses ujian antara Dosen penguji dan Mahasiswa Peserta Ujian Komprehensif yang berada diwilayah pelososk desa, namun hal tersebut bukan berarti menjadi masalah utama bagi mereka. “ada beberapa mahasiswa ketika ujian berlangsung, tiba-tiba video berhenti, dan gambar hilang, akhirnya bergeser ke peserta ujian selanjutnya, sementara mahasiswa bersangkutan mencari tempat lain yang signalnya lebih kuat.” ujar Bu Midya selaku penguji, sehingga ujian bisa terlaksana dengan baik.

Semangat juang yang tinggi untuk meraih gelar Sarjana Strata 1, Mahasiswa Institut Agama Islam Sunan Giri Bojonegoro sebagaimana mestinya menjadi seorang mahasiswa semester VIII semangat mengerjakan skripsi di rumah namun tidak lupa juga mematuhi dan menjalankan peraturan pemerintah yang menganjurkan social distancing maupun physical distancing, mereka tetap menjadi Mahasiswa yang produktif dan mampu berkarya ditengah-tengah pandemi Covid-19.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *